. Teks Dasar Globalisasi George Ritzer - Classic Editors

Teks Dasar Globalisasi George Ritzer




Judul        : Globalization a Basic Text
Penulis     : George Ritzer
Penerbit   : Wiley-Blackwell
Tahun      : Pertama, 2010
ISBN       : 978-140-513-271-8
Tebal       : 608 Halaman


Fenomena globalisasi menjadi salah satu tema paling menarik dewasa ini. Perkembangan zaman dan dunia yang semakin terbuka membuat globalisasi adalah suatu hal yang niscaya. Menghadapi fenomena globalisasi ini, beberapa ilmuwan, mulai dari sosiolog, ekonom, hingga budayawan ikut urun-rembug memberi tambahan perspektif mengenai tema ini, umumnya adalah perspektif kritis. Salah satu ilmuwan yang bergelut dengan tema globalisasi adalah George Ritzer, sosiolog kontemporer Amerika.

George Ritzer dikenal sebagai sosiolog yang gandrung akan tema globalisasi. Bukunya yang paling awal mengenai tema ini diantaranya adalah Mcdonaldization of Society (2002), dan yang terbaru adalah Globalization A Basic Text (2010). Tulisan ini akan membahas buku yang disebut terakhir.

George Ritzer merupakan tokoh yang hadir dengan perspektif sosiologi kritis terhadap globalisasi. Ritzer melihat globalisasi dari sudut pandang sistem konsumerisme global dan praktik konsumsi turunannya, yang mula-mula khas Amerika, lantas disebarluaskanke seluruh penjuru dunia. Sebagai contoh, bisnis makanan cepat saji (fast-food). Kentucky Fried Chicken yang semula hanya ada di Amerika kini bisa ditemukan di berbagai penjuru dunia.

Melihat gejala globalisasi itu, Ritzer berangggapan bahwa dunia sosial kita (dunia manusia) sedang mengalami peningkatan kehampaan. Manusia berbondong-bondong mengekspor kehampaan, menerima yang sebenarnya tidak benar-benar mereka pahami, dan yang tidak mereka sadari sebenarnya ada yang mengontrol mereka.

Dalam bab-bab pertama Globalization A Basic Text, Ritzer menjabarkan mengenai dasar-dasar globalisasi. Ritzer mengumpamakan globalisasi sebagai gerakan dari benda padat ke benda cair (kemudian ke gas), sebagai metafor bahwa betapa cepatnya sebuah pengaruh menyebar ke belahan dunia lain. Globalisasi telah menjadi arus, mengalir begitu deras. Menurut Ritzer, globalisasi bukanlah sebuah lompatan, melainkan pergerakan arus yang akan menerjang apa saja yang ada di depannya, tanpa pikir dan menimbang. Globalisasi merupakan proses peningkatan likuiditas (kecairan) dan pertumbuhan aliran baik itu aliran masyarakat, objek, ruang maupun informasi. Aliran ini sifatnya multi-arah dan berkembang seiring dengan perkembangan struktur yang ada dalam dan diciptakan oleh masyarakat.

Dalam buku ini, Ritzer juga menyinggung istilah-istilah tentang globalisasi yang dikemukakan oleh ilmuwan-ilmuwan lain, misalnya istilah transplanetari atau seperangkat  proses-proses yang melibatkan peningkatan likuiditas dan pertumbuhan aliran masyarakat yang multi-arah, objek, ruang dan  informasi seperti halnya struktur-struktur yang mereka jumpai dan ciptakan untuk menghambat atau justru mempercepat aliran tersebut. Juga istilah lain yang juga berkaitan dengan globalisasi, yaitu istilah transnasionalisme yang dikemukakan Morawska, yang kurang lebih maksudnya sama dengan pemaparan yang dikemukakan Giulianotti dan Robertson yang merujuk pada “sebuah proses yang menginterkoneksikan individual dan kelompok sosial yang menyebrangi/melintasi batas-batas geopolitik”. Konsep yang juga berkaitan dengan  istilah di atas ialah transnasionalitas, atau “munculnya komunitas dan formasi baru dalam identitas dan hubungan sosial yang tidak dapat didefinisikan melalui poin-poin referensi tradisional negara-bangsa”, teori ini dikemukakan William Robinson.

Dalam pemaparannya mengenai istilah-istilah yang berhubungan dengan globalisasi, Ritzer sebenarnya ingin menggambarkan bahwa globalisasi telah  mampu menghilangkan batas-batas, baik batas wilayah, negara, bahkan benua. Batas-batas yang ada tetap mampu diterjang dengan adanya interkoneksi yang dapat dilakukan negara satu ke negara lainnya, apapun tetap bisa dilintasi. Jika interkoneksi antar negara sudah terjadi, maka sebuah isu—baik isu ekonomi ataupun isu lainnya—yang muncul di sebuah negara tak hanya akan menjadi isu lokal atau isu nasional, tetapi sudah menjadi isu global.

Ritzer juga tak lupa mengemukakan mengenai perdebatan tentang istilah-istilah itu dari para ahli. Beberapa ahli, sebagaimana dijabarkan Ritzer, menyebut bahwa saai ini kita tengah hidup di era “global age” atau zaman global. Namun ada pula beberapa ilmuwan yang menolak gagasan mengenai “global age” ini. Dalam globalisasi, terdapat konsep globalitas yaitu suatu kondisi “ada dimana-mana” sebagai hasil dari proses globalisasi. Sebagai contoh tentang kondisi “ada dimana-mana” itu ialah menyebarnya usaha semacam Kentucky Fried Chicken dan Cyrcle-K. 

Pada bahasan awal buku ini, Ritzer menjabarkan mengenai istilah-istilah yang bersinggungan dengan globalisasi, juga mengemukakan betapa globalisasi telah berpengaruh di berbagai segi kehidupan, terutama dari segi ekonomi. Buku ini menjadi panduan wajib bagi mereka yang tertarik dan bergelut dengan tema globalisasi, semacam buku pengantar yang harus dikuasai. []


logo
Jangan Lupa Tinggalkan Jejak.
  • Facebook
  • WhatsApp
  • Instagram
  • Subscribe Our Newsletter

    Related Posts

    Buka Komentar
    Tutup Komentar

    Belum ada Komentar untuk "Teks Dasar Globalisasi George Ritzer"

    Posting Komentar

    Iklan Tengah Artikel 1

    Iklan Tengah Artikel 2